Selasa, 07 Juli 2026

Di Gunung Rahtawu

Aku dengar di Gunung Rahtawu,

doa-doa juga dikabulkan 



Semoga para pemakan tanah diusir pergi dengan tangan hampa


(karena rakyat bersatu tidak bisa dikalahkan)


Semoga para koruptor, birokrat korup, para panjang tangan uang rakyat, dibikin jera sampai tangan kosong 


(karena rakyat bersatu tak bisa dikalahkan)


Semoga mereka yang pat gulipat dengan asing melipat rakyat, 

dijatuhkan dari langit 


(karena Engkaulah penguasa Langit:  sekarang, selamanya dan sepanjang segala abad)


(Amin)


AJ Susmana 

Pepe Edan,  7 Juli 2026

Jumat, 12 Juni 2026

Meramalkan Kepenyairan Wiji Thukul


 Kompas, Sabtu / Minggu 6 - 7Juni 2026


https://www.kompas.id/artikel/meramalkan-kepenyairan-wiji-thukul


Dan, kumpulan puisi yang diantarkan Arief Budiman, yaitu Mencari Tanah Lapang, adalah debutnya Wiji Thukul diakui sebagai penyair internasional. Kumpulan puisi ini memenangi Wertheim Encorage Award 1991 bersama penyair Indonesia lainnya, yaitu WS Rendra. Akankah Wiji Thukul, jika berumur panjang sampai pada hari ini, bisa melampaui kepenyairan WS Rendra, yang menerima undangan tentara di hari ulang tahun institusi tersebut sementara Wiji Thukul menolak dengan alasan konsistensi ”kata dan perbuatan”?


Ketidakjelasan Wiji Thukul menimbulkan banyak tafsir tentang hidupnya, termasuk kepenyairannya. Berbeda dengan Chairil Anwar, yang pernah diramalkan juga: seandainya ia hidup panjang menjadi penyair, tentu, kata sebagian orang, akan bergabung ke Lekra daripada Manikebu. Tetap Thukul tidak mendapatkan kesempatan seperti Chairil Anwar sehingga hidupnya yang menjadi misteri dipenuhi dengan berbagai pertanyaan.

AJ Susmana, Mantan Sekretaris Jaringan Kerja Kesenian Rakyat (Jaker) ketika Wiji Thukul sebagai Ketua, periode 1993-1996 (sebelum crackdown 27 Juli 1996).

 

Senin, 18 Mei 2026

Pengakuan

Luka yang mana yang kamu cari?

Ini?

Yang ini?

Di sini?

Di sini?

Di sini?


Yang baru, Tuhanku.

Ini.


Sanghyang, AJ Susmana, 19 Mei 2026

Jumat, 15 Mei 2026

Setelah Tuhan Naik

Setiap mata bertemu mata 

hanya harapan 

diairi mata air 

tak mengenal musim


Engkau bilang 

hanya dari kesedihan 

ke kesedihan 


Lagunya lagu bimbang 

musiknya tak ada perkusi 

hanya gesek yang menyayat sunyi 


Bagaimanapun 

gendang ditabuh

Tarian kesedihan adalah juga perlawanan 

Kalau saja via dolorosa ini satu-satunya

Aku pun tidak akan berpaling 


Begitu katamu 



AJ Susmana, Sanghyang, 15 Mei 2026.

Kamis, 30 April 2026

Buruh Pada Tahun Ini

Buruh

Yang kau tau

tak bisa berserikat

Kini berikat-ikat bergelombang berserikat menuju Tugu Kemenangan

 

Mereka satu barisan

tak lagi dapat dipecah-pecah oleh pemburu kuasa, rente, dan para penjilat

Buruh sudah tahu siapa lawan dan siapa kawan

 

Di Tugu Kemenangan tahun lalu

Buruh yang tak lupa

Menyerukan

agar seorang buruh wanita yang dibunuh keserakahan dijadikan  Pahlawan Negeri

Pada tahun ini,  buruh wanita yang dibunuh keserakahan itu: Pahlawan Negeri

Roh kemarahan pada kaum serakahnomics pun membuncah pada hari ini di Tugu Kemenangan:

“Singkirkan mereka, enyahkan mereka: Imperialisme, Oligarki, para birokrat korup!”

 

Buruh yang kau tau

Hanya  pasrah pada nasib dan keadaan

Kini mereka membaca keadaan

Membuka kitab-kitab perubahan dan filsafat perubahan yang mungkin luput kau baca

 

Di Tugu Kemenangan, mereka membikin perhitungan

Agar tak salah langkah menuju Keadilan dan  Kemakmuran

Demi mengubah nasib diri dan negeri  di tengah gelombang perubahan dunia

“Buruh soko guru revolusi. Buruh soko guru perubahan” pun sampai di telinga.

Mereka yakin menjadi garda depan perubahan negeri:

Tak seharusnya terombang-ambing di arus kebingungan

Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur

Negeri yang kuat tak melupakan buruh

Sebab,  buruh yang kuat dan sejahtera adalah wajah negeri sesungguhnya

 

Selamat Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2026.

AJ Susmana, Kota Seribu Industri: Tangerang

 

 

Minggu, 19 April 2026

Luka Yang Tak Menyerah Bara Yang Tak Padam

 


pesan: 083877338345  100 K


https://kebudayaanrakyat.com/tiga-dekade-api-itu-dijaga-dan-terus-diwariskan/