Sewaktu bunga sedang mekar
Aku kumbang tanpa sayap
Kabarmu sudah bertaburan bunga
Aku kumbang terbang kebingungan
Menahan tetes hujan
Kehilangan
Pedan, 18 Oktober 2026
selamat datang di dunia kata aj susmana
Sewaktu bunga sedang mekar
Aku kumbang tanpa sayap
Kabarmu sudah bertaburan bunga
Aku kumbang terbang kebingungan
Menahan tetes hujan
Kehilangan
Pedan, 18 Oktober 2026
Aku dengar di Gunung Rahtawu,
doa-doa juga dikabulkan
Semoga para pemakan tanah diusir pergi dengan tangan hampa
(karena rakyat bersatu tidak bisa dikalahkan)
Semoga para koruptor, birokrat korup, para panjang tangan uang rakyat, dibikin jera sampai tangan kosong
(karena rakyat bersatu tak bisa dikalahkan)
Semoga mereka yang pat gulipat dengan asing melipat rakyat,
dijatuhkan dari langit
(karena Engkaulah penguasa Langit: sekarang, selamanya dan sepanjang segala abad)
(Amin)
AJ Susmana
Pepe Edan, 7 Juli 2026
Luka yang mana yang kamu cari?
Ini?
Yang ini?
Di sini?
Di sini?
Di sini?
Yang baru, Tuhanku.
Ini.
Sanghyang, AJ Susmana, 19 Mei 2026
Setiap mata bertemu mata
hanya harapan
diairi mata air
tak mengenal musim
Engkau bilang
hanya dari kesedihan
ke kesedihan
Lagunya lagu bimbang
musiknya tak ada perkusi
hanya gesek yang menyayat sunyi
Bagaimanapun
gendang ditabuh
Tarian kesedihan adalah juga perlawanan
Kalau saja via dolorosa ini satu-satunya
Aku pun tidak akan berpaling
Begitu katamu
AJ Susmana, Sanghyang, 15 Mei 2026.
Buruh
Yang kau tau
tak bisa berserikat
Kini berikat-ikat bergelombang berserikat menuju
Tugu Kemenangan
Mereka satu barisan
tak lagi dapat dipecah-pecah oleh pemburu kuasa,
rente, dan para penjilat
Buruh sudah tahu siapa lawan dan siapa kawan
Di Tugu Kemenangan tahun lalu
Buruh yang tak lupa
Menyerukan
agar seorang buruh wanita yang dibunuh keserakahan
dijadikan Pahlawan Negeri
Pada tahun ini, buruh wanita yang dibunuh keserakahan itu:
Pahlawan Negeri
Roh kemarahan pada kaum serakahnomics pun membuncah
pada hari ini di Tugu Kemenangan:
“Singkirkan mereka, enyahkan mereka: Imperialisme,
Oligarki, para birokrat korup!”
Buruh yang kau tau
Hanya pasrah pada
nasib dan keadaan
Kini mereka membaca keadaan
Membuka kitab-kitab perubahan dan filsafat perubahan
yang mungkin luput kau baca
Di Tugu Kemenangan, mereka membikin perhitungan
Agar tak salah langkah menuju Keadilan dan Kemakmuran
Demi mengubah nasib diri dan negeri di tengah gelombang perubahan dunia
“Buruh soko guru revolusi. Buruh soko guru perubahan”
pun sampai di telinga.
Mereka yakin menjadi garda depan perubahan negeri:
Tak seharusnya terombang-ambing di arus kebingungan
Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur
Negeri yang kuat tak melupakan buruh
Sebab, buruh
yang kuat dan sejahtera adalah wajah negeri sesungguhnya
Selamat Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2026.
AJ Susmana, Kota Seribu Industri: Tangerang