Jumat, 12 Juni 2026
Meramalkan Kepenyairan Wiji Thukul
Senin, 18 Mei 2026
Pengakuan
Luka yang mana yang kamu cari?
Ini?
Yang ini?
Di sini?
Di sini?
Di sini?
Yang baru, Tuhanku.
Ini.
Sanghyang, AJ Susmana, 19 Mei 2026
Jumat, 15 Mei 2026
Setelah Tuhan Naik
Setiap mata bertemu mata
hanya harapan
diairi mata air
tak mengenal musim
Engkau bilang
hanya dari kesedihan
ke kesedihan
Lagunya lagu bimbang
musiknya tak ada perkusi
hanya gesek yang menyayat sunyi
Bagaimanapun
gendang ditabuh
Tarian kesedihan adalah juga perlawanan
Kalau saja via dolorosa ini satu-satunya
Aku pun tidak akan berpaling
Begitu katamu
AJ Susmana, Sanghyang, 15 Mei 2026.
Kamis, 30 April 2026
Buruh Pada Tahun Ini
Buruh
Yang kau tau
tak bisa berserikat
Kini berikat-ikat bergelombang berserikat menuju
Tugu Kemenangan
Mereka satu barisan
tak lagi dapat dipecah-pecah oleh pemburu kuasa,
rente, dan para penjilat
Buruh sudah tahu siapa lawan dan siapa kawan
Di Tugu Kemenangan tahun lalu
Buruh yang tak lupa
Menyerukan
agar seorang buruh wanita yang dibunuh keserakahan
dijadikan Pahlawan Negeri
Pada tahun ini, buruh wanita yang dibunuh keserakahan itu:
Pahlawan Negeri
Roh kemarahan pada kaum serakahnomics pun membuncah
pada hari ini di Tugu Kemenangan:
“Singkirkan mereka, enyahkan mereka: Imperialisme,
Oligarki, para birokrat korup!”
Buruh yang kau tau
Hanya pasrah pada
nasib dan keadaan
Kini mereka membaca keadaan
Membuka kitab-kitab perubahan dan filsafat perubahan
yang mungkin luput kau baca
Di Tugu Kemenangan, mereka membikin perhitungan
Agar tak salah langkah menuju Keadilan dan Kemakmuran
Demi mengubah nasib diri dan negeri di tengah gelombang perubahan dunia
“Buruh soko guru revolusi. Buruh soko guru perubahan”
pun sampai di telinga.
Mereka yakin menjadi garda depan perubahan negeri:
Tak seharusnya terombang-ambing di arus kebingungan
Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur
Negeri yang kuat tak melupakan buruh
Sebab, buruh
yang kuat dan sejahtera adalah wajah negeri sesungguhnya
Selamat Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2026.
AJ Susmana, Kota Seribu Industri: Tangerang
Minggu, 19 April 2026
Luka Yang Tak Menyerah Bara Yang Tak Padam
Kamis, 16 April 2026
Minggu, 08 Maret 2026
Revolusi
Seribu tahun hilang
Hanya yang beriman
menemukan
Revolusi
Revolusi
Sampai mati
Di jalan aku ingin hidup seribu tahun lagi
Dalam nyenyak tanpa mimpi pun
Seribu tahun tidak berarti
Kembalikan negeri
Harga diri masih punya arti
Merdeka atau
Mati
Seribu janji-janji
Di kelak-kelak
kemudian hari
yang masih mungkin kau ingkari
bagaikan seribu kunang-kunang di gelap malam
kita pun percaya
Selama perjalanan ini
yang membawa
terang
Selalu ada
Obor dinyalakan
Kita pun tahu ke mana arah angin
Dengan seribu kata
hendak kau wujudkan revolusi?
Hanya puisi.
Puisi yang juga semua orang tahu:
Iqra!
Dunia bergerak
Kabar rakyat dari kesedihan ke kesedihan
Menjadi kabar suka-cita:
Revolusi
Selalu ada
Sanghyang, 23 April 2025
Jumat, 27 Februari 2026
Meteor Jatuh
Ketika itu petir menyambar
di perbatasan kota kaum pelajar
Langit terbelah
Kita pun berpisah
Setelah diskusi panjang tentang falsafah
Kamu kembali ke kotamu
yang berabad-abad lalu dihujani Meteor
Ketika melihat meteor jatuh
Aku berdoa suatu waktu
Tiba di kotamu
Aku pun sampai di kotamu
Aku temukan meteor yang jatuh itu
Tapi tidak dirimu
Wunut, Temanggung, 3 Mei 2025
Kamis, 19 Februari 2026
Doa Penyembah Batu
Batu gunung
Gunung batu
Jangan biarkan kami membatu
Malin Kundang pun tak ingin membatu
Monumen-monumen batu
Candi-candi
Batu-batu Menhir.
Jangan biarkan otak batu meratui dunia yang tak
ingin membatu
Kota Batu, 3 Mei 2025
Rabu, 28 Januari 2026
Gunung Kuda
Batu duka
Batu Suka
Hidup yang keras
Tidaklah membuat kita seperti batu karangAda air mata
Ada mata air
Yang membersihkan luka
Tapi itulah yang membuat kita kukuh
Berlari bagai kuda
Menempuh jalan ini
Hingga usai
Cirebon, Juni 2025



.jpeg)