Tampilkan postingan dengan label VIDEO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label VIDEO. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Desember 2022

Kabar dari Surabaya

in memoriam Djoko Permono

Hari hari yang lalu itu
Penuh onak dan duri
Tapi bisa kita lewati
Baik di antara desing peluru
Asap bakaran ban, gas air mata dan mesiu
Hujan terik matahari tak perlulah kita hitung
Berapa kilometer sudah perjalanan kita menuju Masyarakat Adil dan Makmur?
Pernah juga kita dan kawan kawan seperti binatang buruan
Dikejar dicari dalam balutan dan hasutan kebencian
Tapi itu juga tidak menghentikan langkah kita
Karena dalam gelapnya malam, rakyat menyalakan lilin sehingga kita tidak terjatuh dan tersesat
Juga tidak larut dalam duka abadi ketika ada kawan terpaksa berhenti berjuang
Sebab cita cita yang kita perjuangkan bersama dalam suka dan duka
Memandu langkah kita sekarang dan ke depan
Bagaikan bintang kejora di ufuk timur
yang lebih terang cahayanya
Hingga Masyarakat Adil dan Makmur terlihat nyata







Jumat, 11 Februari 2022

TAK ADA YANG SIA-SIA


.......
Pahlawanku!
Tak ada yang sia-sia
Sia-sialah  penguasa yang melupakanmu
Kamu menjadi dongeng dan legenda
Menemani rakyat yang terhina dan lapar

Lalu hadir dalam mimpi-mimpi tak diharap:
Pesta  telah berakhir
Telah direndahkan mereka yang  berkuasa
Yang disia-siakan menemukan penghiburan!

Senin, 11 Oktober 2021

Tuhan, Turunlah ke Sini #YantiIrawan



Tuhan, turunlah ke sini turun lebih dekat lagi mari rasakan angin kering menyelusup lewat pori pori mata mata yang menyedihkan kau lihatkan..?

Minggu, 03 Oktober 2021

Setiap Detik adalah Perjuangan #KlaraAkustia


sebagaimana halnya detik-detik proklamasi yang sekaligus adalah juga penanda detik-detik melaksanakan dan mewujudkan kemerdekaan Indonesia dimulai. Bahkan ia tak dapat (baca: tak mau) mundur dan lari dari detik-detik perjuangan bersama kelas pekerja ini, walaupun dirinya dipecat dari partai atas tindakannya yang salah yang menurut dirinya sendiri melakukan “kemesuman borjuis”. Sajak Berita dari Partai (1957) menggambarkan ketegaran hati dan kelurusan tekad perjuangannya: berita Partai tegakkan panji/pertempuran terhadap diri sendiri/hadapkan diriku pada pilihan:/kegairahan dari kehidupan/lucuti nafsu perseorangan/atau layu dalam mati sebelum mati...