Seribu tahun hilang
Hanya yang beriman
menemukan
Revolusi
Revolusi
Sampai mati
Di jalan aku ingin hidup seribu tahun lagi
Dalam nyenyak tanpa mimpi pun
Seribu tahun tidak berarti
Kembalikan negeri
Harga diri masih punya arti
Merdeka atau
Mati
Seribu janji-janji
Di kelak-kelak
kemudian hari
yang masih mungkin kau ingkari
bagaikan seribu kunang-kunang di gelap malam
kita pun percaya
Selama perjalanan ini
yang membawa
terang
Selalu ada
Obor dinyalakan
Kita pun tahu ke mana arah angin
Dengan seribu kata
hendak kau wujudkan revolusi?
Hanya puisi.
Puisi yang juga semua orang tahu:
Iqra!
Dunia bergerak
Kabar rakyat dari kesedihan ke kesedihan
Menjadi kabar suka-cita:
Revolusi
Selalu ada
Sanghyang, 23 April 2025