Bila ini yang dinamakan cinta
Tentunya tak akan seperti daun-daun yang berguguran
Pada sebuah musim
Pun pohon-pohon Jati yang meranggas ketika kemarau tiba
Bila ini: cinta
Tentunya tak akan seperti hari-hari yang berlalu tanpa arti
Pada musim yang silih berganti
Pun detak-detak jantung yang sering lewat begitu saja
Aku ingin seperti bunga-bunga bermekaran tak mengenal musim
Pun cerita, cerita yang tak pernah berakhir
Harum-wanginya membangkitkan orang-orang mati
Menggerakkan orang-orang lapar
Bila ini memang cinta
Kami menari di antara batu-batu karang dan bunga-bunga bougenville. Kami lupa kesedihan. Malam begitu setia sampai pagi pun terlupakan bahkan kami lupa kalau kami tertidur nyenyak di atas batu-batu karang.
di langit kita menggantungkan harapan pada puncak-puncak gunung kita berharap sekali petik selesai sudah lalu tertawa menyusuri sungai berbatu-batu di lembah kita menggantungkan harapan pada gubuk tua dan rahasia daun-daun nenek moyang kita berharap sekali petik selesai sudah lalu tertawa menari pada pesta panen di malam kita menggantungkan harapan pada laju kembara angin segala penjuru kita berharap sekali petik selesai sudah lalu kita tertawa sepanjang hidup diselingi tawa anak-anak riang di pagi buta kita menggantungkan harapan pada kabut dan harum bunga-bunga kita berharap sekali petik selesai sudah lalu kita tersenyum menyaksikan segala tumbuh dan berkembang di tangan-tangan yang baru kita menggantungkan harapan pada masa yang terus melaju kita berharap sekali petik selesai sudah lalu kita terbang di awan melintasi ruang dan waktu tanpa batas. Jakarta, 10 Februari 2006
Beri aku arak, sayang
Biar kulihat awan merah berarak-arak Seperti barisan para pemberontak Holobis kuntul baris Rawe-rawe rantas malang-malang putung Ho..e di sini laut mati tak berombak Di manakah jejak Musa membelah ombak? Meluluhlantakkan bala tentara Fir’aun? Holobis kuntul baris Rawe-rawe rantas malang-malang putung Di sini laut mati tak berombak Sekali lagi beri aku arak, sayang Biar kuterbang sejenak di awan merah berarak-arak Di atas laut berombak-ombak Di antara jejak pemberontak menghentak-hentak Holobis kuntul baris Rawe-rawe rantas malang-malang putung Jakarta, 14 Juli 2005