Jumat, 08 Desember 2017

Guru

Mengenang  HS anggota PGRI Non-Vaksentral

Guru adalah cerita kesedihan
Pahlawan tanpa tanda jasa
Dikenang dalam panggilan
Mencerdaskan bangsa
Sampai kapan?

Guru adalah dongeng pencerahan
Di malam gulita
Tanpa obor pengetahuan
Di mata pemburu
Yang tak puas pada pembungkaman

Guru adalah sejarah
Yang mengajarkan perubahan
Pada waktu  yang dipercaya
Akan kemilau di matanya



Sang Hyang, 8 Desember 2017

Jumat, 24 November 2017

PUISI dan NASI

Puisi ini bukanlah puisi kalau tak menjadi nasi

Waduk Sermo,  24 November 2017

Sabtu, 11 November 2017

Tak Ada Yang Sia-Sia

Pahlawanku!
Tak ada pengorbanan yang sia-sia
Walau disia-siakan jaman

Kulihat  monumen-monumen  tak bernama
Puisi-puisi tak dibaca
Karena penguasa
Penguasa!

Angin  berbisik membawa kabar:
Di sana ada monumen-monumen pembebasan
Dan  bunga-bunga persembahan
Di sini ada puisi-puisi terindah
Dan   musik yang menggerakkan

Pahlawanku!
Tak ada yang sia-sia
Sia-sialah  penguasa yang melupakanmu
Kamu menjadi dongeng dan legenda
Menemani rakyat yang terhina dan lapar

Lalu hadir dalam mimpi-mimpi tak diharap:
Pesta  telah berakhir
Telah direndahkan mereka yang  berkuasa
Yang disia-siakan menemukan penghiburan!



Sang Hyang, 11 November 2017

Senin, 30 Oktober 2017

C R E D O


 Aku percaya bahwa persatuan tidak mungkin dibangun di atas landasan persatean:
                        Tumpukan mayat tanpa mantra dan doa-doa
                        Anak-anak hilang tanpa kerelaan
                        Tangisan ibu pertiwi tanpa penghiburan
                        Ratapan gadis yang jadi penghiburan

Aku percaya bahwa kemakmuran dan kebahagiaan tidak mungkin dicapai dengan menebar kebencian pada kemanusiaan:
 Atas nama ideologi, agama, ras, suku, golongan, jenis kelamin
Orientasi seksual….

Aku percaya bahwa keadilan hanyalah bualan pemerintah  selama ketidakadilan di bumi dipercaya sebagai kutukan nasib:
                        Putaran roda kehidupan sambil terus mendiamkan dan menonton
                        Penindasan dan penghisapan manusia atas manusia terus berlangsung
                        Di atas bumi

Aku percaya bahwa kebebasan adalah ibu pengetahuan yang menuntun manusia menemukan:
                        Jalan persatuan, kemakmuran, kebahagiaan  dan keadilan
                        Di atas bumi



Tangerang, 31 Oktober 2017

Selasa, 17 Oktober 2017

Puisiku adalah Jalan


Puisiku adalah jalan
Beraspalkan  luka dan derita
Dikeraskan oleh penindasan
Dihaluskan oleh penghisapan
Didera api perlawanan

Aku mendaki
Aku menurun
Dalam perjuangan menggapai bahagia

Di jalan bertabur debu
Deru tak berkesudahan
Malam dan siang
Ada matahari atau bulan
Terang bintang atau hujan
Terik atau berawan
Dalam fajar atau  senja
Lagu-lagu tetap dinyanyikan
Puisi-puisi diserukan
Tanpa perlu ijin dewi keindahan

Puisiku adalah jalan
Dikeraskan oleh  harapan
Dihaluskan oleh pengetahuan
Diyakinkan oleh mimpi-mimpi
Gunung atau lembah
Selalu ada danau perhentian
Yang tak perlu disesali
Oleh kaki-kaki yang tak henti
menuntut langkah



Jakarta-tangerang, 16 Oktober 2017

Minggu, 20 Agustus 2017

G 3 5 T 4 P U

untuk g 30 s

.......................................


dan semuanya
berbalik 180 derajat



Jakarta, 17 Agustus 2017


Sabtu, 12 Agustus 2017

Hari yang Tak Berubah

hari yang tak berubah
detik yang tak berdetak
udara kebencian
apa yang kau harapkan?

tanah air yang satu
berbangsa satu
bahasa persatuan
kau jalani dari balik jeruji

dan doa-doa yang tak pantas dipanjatkan
masih membumbung di langit-langit republik

"kau harus mati!"


Batu Merah, 9 Agustus 2017