Minggu, 30 Mei 2021
KEPADAMU, puisi pembuka Kota Ini Ada di Tubuhmu
sesudah peristiwa tanah tinggi
sesudah wisuda
di antara berita penculikan
di antara cinta
aku ciptakan puisi dan lagu ini: KEPADAMU
Jumat, 26 Maret 2021
Minggu, 28 Februari 2021
Bagaimana Bisa
Aku ingin posting-posting rumah baru, baru beli tapi gimana bisa sementara ada orang-orang diusir dan terusir dari rumah lama, rumah lama tempat generasi baru dilahirkan
Aku ingin posting posting tanah tanah bakal rumah rumah baru anak anakku tapi bagaimana bisa banyak petani kehilangan tanah tanah yang menghidupi anak anak mereka demi keserakahan oligark oligark
Aku ingin posting posting bunga bunga indah di taman yang ditanam tangan tangan Indah bukan oleh istri-istriku tapi istriku saja tapi bagaimana bisa banyak tanaman petani dirusak sebelum buah-buahnya bisa dipanen dan yang sudah dipanen dibuang di jalanan karena harga yang menghina dan dikalahkan oleh tangan tangan importir
Aku ingin menyanyikan lagu lagu syukur syukur punya mobil mobil punya sawah sawah jadi bupati bupati-an pada yang memberi hidup tapi bagaimana bisa bagaimana bisa
bagaimana bisa
Jumat, 15 Januari 2021
Minggu, 13 Desember 2020
Minggu, 06 Desember 2020
Dongeng tentang Para Badut yang Tak Menyerah
Kita pernah hanya badut-badut tak bernyawa
Menari luka biar cukong tertawa
Melemparkan koin-koin kehidupan
Bergerak seperti mainan anak-anak
Roda berputar lambat
Badut-badut terus
menari
Makin lama makin cepat
Koin-koin beterbangan
Tawapun menjadi liar
Roda kehidupan berputar kencang
Maju! Maju! Teriak badut-badut
Stop! Teriak cukong berhenti melempar koin
Badut-badut tidak
peduli
Yang bergabung menari
semakin banyak
Tak hanya para badut
Roda kehidupan menggilas tawa cukong yang tak mengerti
Pada hari itu komedi telah menjadi tragedi!
Karang Pandan, 28 November 2020
Jumat, 30 Oktober 2020
Langganan:
Postingan (Atom)