Minggu, 31 Desember 2023

Tentang Dirimu

Kepada siapa aku mesti bertanya

Tentang dirimu

Kabar baik atau kabar buruk

Hidup atau mati


Tak ada kabar burung

Burung Prenjak  kesiangan 

kehilangan suara

Penyanyi keliling 

memukul tong kosong 

demi perut yang sudah kosong

Lagunya kosong

Tak ada tentang dirimu


Kepada siapa aku mesti bertanya


Langit Jakarta kotor

Polusi memenuhi udara dan otak

Mengotori kesimpulan 

seakan tanpa riset 

Aku tidak bisa berpikir 

Tapi berharap juga pada Langit menemukan jejakmu


Siapa? 

Polisi?

Tentara?


Aku tuliskan lagi puisi ini

di tembok 

yang telah sangat kita kenal

Di sana kita pernah meratap bersama

Menangis agar hari-hari esok lebih baik dari hari ini dan yang telah lalu

Rejeki lancar 

Kesehatan memenuhi jiwa

Tapi belum juga tiba

Kita terpisah


Pada dinding ratapan ini

Aku berharap para pendoa membaca dan para netizen bernyanyi seperti para troubadour

berkabar 


Lalu burung-burung pun terbang ke arah  yang seakan belum pernah dilewati manusia 


Dan kamu mendengar laguku 


Cempaka, Menjelang Rapimnas III PRIMA 10-11 September 23


https://tokopedia.link/sERW69m0ZFb



Sabtu, 04 Maret 2023

Kebahagiaan dan Kedukaan

Aku ingin merayakan kebahagiaan

Tapi kedukaan menyahut

Aku bagaimana?

 

Nang Ning Nung

Ning Neng Nong

 

Kita rayakan

Setengah kebahagiaan

Setengah kedukaan

 

Ku tak mau!

Serentak Sang Bahagia dan Sang Duka menyahut

 

Kebahagiaan bisa ditunda, kata Ibu

 

Nang Ning Nung

Ning Nang Nong

Nang Ning Nung

Ning Nang Nong

 

Bahagia dan Duka

Datang bergantian dan juga bersamaan

Kadang tipis beda keduanya

Hanya aku dan kamu yang tahu

Sejatinya

 

C'est la Vie

 

 

Sang Hyang, 4 Maret 2023

Minggu, 11 Desember 2022

Kabar dari Surabaya

in memoriam Djoko Permono

Hari hari yang lalu itu
Penuh onak dan duri
Tapi bisa kita lewati
Baik di antara desing peluru
Asap bakaran ban, gas air mata dan mesiu
Hujan terik matahari tak perlulah kita hitung
Berapa kilometer sudah perjalanan kita menuju Masyarakat Adil dan Makmur?
Pernah juga kita dan kawan kawan seperti binatang buruan
Dikejar dicari dalam balutan dan hasutan kebencian
Tapi itu juga tidak menghentikan langkah kita
Karena dalam gelapnya malam, rakyat menyalakan lilin sehingga kita tidak terjatuh dan tersesat
Juga tidak larut dalam duka abadi ketika ada kawan terpaksa berhenti berjuang
Sebab cita cita yang kita perjuangkan bersama dalam suka dan duka
Memandu langkah kita sekarang dan ke depan
Bagaikan bintang kejora di ufuk timur
yang lebih terang cahayanya
Hingga Masyarakat Adil dan Makmur terlihat nyata