Minggu, 21 Mei 2017

Tak Kan Melupakanmu

Tak Kan Melupakanmu

Kumpulan Cerpen Putu Oka Sukanta
harga: 30 ribu
pesan sms-wa 082124614776






Selasa, 16 Mei 2017

Perempuan Tangguh, AJ Susmana, kumpulan cerpen

Perempuan Tangguh, kumpulan cerpen, AJ Susmana, 2009, 
harga Rp 25.000,
pesan sms/wa 082124614776





Kamis, 04 Mei 2017

O Angin!

untuk Kertanagara


O Angin!
Datanglah!
Kita adalah putra-putra Sang Bayu
Ditakdirkan untuk keselamatan dunia
Di garis paling depan kita menuju
Tanpa takut tanpa ragu
Khubilai Khan jangan terus maju

O Angin!
Bergeraklah!
Kita adalah putra-putra Sang Bayu
Bagaikan Hanoman melompati lautan
Mengawasi Raja Angkara murka
Begitulah kita menyeberangi lautan
Mengawasi langkah  Khubilai Khan

O Angin!
Lajulah!
Kita adalah putra-putra Sang Bayu
Di lautan, Bima menemukan kebenaran
Begitulah kita pada hari ini
Membuktikan bahwa laut adalah Kebenaran
Khubilai Khan, jangan kau terus maju


O Angin!
Bersatulah!
Kita adalah putra-putra Sang Bayu
Bawa kita pergi dan pulang
Dalam kemenangan yang cepat
Ayo, Majulah kawan-kawanku

Sebab kemerdekaan terancam!




Pesan buku ini via 
wa 081319468153
https://www.tokopedia.com/wongntan/menghadang-kubilai-khan
https://play.google.com/store/books/details/AJ_Susmana_Menghadang_Kubilai_Khan?id=ujY8EAAAQBAJ



Minggu, 30 April 2017

RAMBUT

Rambut di kepala ini masih tampak menghitam
Di usia empat enam
Menutup punggung menjilat pantat
Satu dua..ada yang putih

Kulihat rambut Ibuku tampak memutih
Di usia enam sembilan
Pun menutupi punggung 
Satu dua..ada yang masih hitam

Di bulan Januari tahun ini, aku melihat Ibuku mengumpulkan rambut-rambutnya yang berjatuhan 
Katanya,"Masih bisa diuangkan. Kumpulkan saja rambutmu yang jatuh. Kasihkan Ibumu."

Setiap kali aku memunguti rambut-rambutku yang berjatuhan, aku mengingat wajah Ibu
Menjadi rindu yang bertumpuk-tumpuk
Juga  pada kisahnya yang memilukan  tentang tragedi negeri di tahun enam lima

Kubawa gulungan rambut ini sejauh enam ratus kilometer kepadamu,Ibu.
Kerinduanku tak pernah berakhir
Dan  kisahmu belum juga berakhir


Pedan, 26 April 2017

Sabtu, 29 April 2017

Di Tahun 1965

Untuk …

……………………………………………….
Tanpa permisi
Di sini kecelakaan bisa terjadi
Persis di jalan menikung ke kiri
Dekat kuburan desa
Di sini tiga puisi diseret dan digebuki
Hingga mati
Karena menari
Karena menyanyi



Pedan, 2017

PASKAH

Ini tubuh telanjangku
Masih jelas goresan luka darimu
pun tubuhku masih nyata menggantung di langit-langit hatimu

“Consummatum est!”

Semua sudah selesai tapi kau tak percaya
Masih kau kejar aku di sudut paling sudut
Tak puas goresan yang lalu
Siapa terluka?

Aku akan bangkit
Entah hari ke berapa
Selalu menjadi tanya
Menjadi sebab:
Roma akan jatuh hanya semalam

Kamu pun berjaga sepanjang malam
Kebangkitan hanyalah  dongeng menakuti anak-anak

Tetapi anak-anak bernyanyi riang menyambut fajar merah
Dia sudah bangkit!

Di mana? Di mana?
Roma selalu bertanya di antara nyanyian burung hantu:
Dia sudah bangkit!
Dia sudah bangkit!

Aku pun bangkit
Pada saat itu Roma jatuh hanya semalam
Menjadi kenyataan


 Tangerang, 15 April 2017

Sabtu, 15 April 2017

SAJAK PETANI


Aku mencium bau tembakau
Di sana ada petani yang tersingkir
Aku meminum air kemasan
Di sana ada petani yang tersingkir
Aku mencium harum ganja
Di sana ada petani yang tersingkir
Aku mencium bau semen yang diaduk
Di sana ada petani yang tersingkir
Aku memasuki hutan lindung dan cagar alam
Di sana ada petani yang tersingkir
Aku meluncur di jalan bebas hambatan
Di sana ada petani yang tersingkir
Aku memancing ikan di bendungan
Di sana ada petani yang tersingkir
Aku menikmati pembangunan
Di sana ada petani yang tersingkir
Aku mendengar doa-doa untuk pembangunan
Di sana petani disingkirkan

Kuta Baru, 11 April 2017