untuk g 30 s
.......................................
dan semuanya
berbalik 180 derajat
Jakarta, 17 Agustus 2017
Minggu, 20 Agustus 2017
Sabtu, 12 Agustus 2017
Hari yang Tak Berubah
hari yang tak berubah
detik yang tak berdetak
udara kebencian
apa yang kau harapkan?
tanah air yang satu
berbangsa satu
bahasa persatuan
kau jalani dari balik jeruji
dan doa-doa yang tak pantas dipanjatkan
masih membumbung di langit-langit republik
"kau harus mati!"
Batu Merah, 9 Agustus 2017
detik yang tak berdetak
udara kebencian
apa yang kau harapkan?
tanah air yang satu
berbangsa satu
bahasa persatuan
kau jalani dari balik jeruji
dan doa-doa yang tak pantas dipanjatkan
masih membumbung di langit-langit republik
"kau harus mati!"
Batu Merah, 9 Agustus 2017
Minggu, 21 Mei 2017
Selasa, 16 Mei 2017
Kamis, 04 Mei 2017
O Angin!
untuk Kertanagara
O Angin!
Datanglah!
Kita adalah putra-putra Sang Bayu
Ditakdirkan untuk keselamatan dunia
Di garis paling depan kita menuju
Tanpa takut tanpa ragu
Khubilai Khan jangan terus maju
O Angin!
Bergeraklah!
Kita adalah putra-putra Sang Bayu
Bagaikan Hanoman melompati lautan
Mengawasi Raja Angkara murka
Begitulah kita menyeberangi lautan
Mengawasi langkah Khubilai Khan
O Angin!
Lajulah!
Kita adalah putra-putra Sang Bayu
Di lautan, Bima menemukan kebenaran
Begitulah kita pada hari ini
Membuktikan bahwa laut adalah
Kebenaran
Khubilai Khan, jangan kau terus
maju
O Angin!
Bersatulah!
Kita adalah putra-putra Sang Bayu
Bawa kita pergi dan pulang
Dalam kemenangan yang cepat
Ayo, Majulah kawan-kawanku
Sebab kemerdekaan terancam!
wa 081319468153
https://www.tokopedia.com/wongntan/menghadang-kubilai-khan
https://play.google.com/store/books/details/AJ_Susmana_Menghadang_Kubilai_Khan?id=ujY8EAAAQBAJ
Minggu, 30 April 2017
RAMBUT
Rambut di kepala ini masih
tampak menghitam
Di usia empat enam
Menutup punggung menjilat pantat
Satu dua..ada yang putih
Di usia empat enam
Menutup punggung menjilat pantat
Satu dua..ada yang putih
Kulihat rambut Ibuku tampak
memutih
Di usia enam sembilan
Pun menutupi punggung
Satu dua..ada yang masih hitam
Di usia enam sembilan
Pun menutupi punggung
Satu dua..ada yang masih hitam
Di bulan Januari tahun ini,
aku melihat Ibuku mengumpulkan rambut-rambutnya yang berjatuhan
Katanya,"Masih bisa diuangkan. Kumpulkan saja rambutmu yang jatuh. Kasihkan Ibumu."
Katanya,"Masih bisa diuangkan. Kumpulkan saja rambutmu yang jatuh. Kasihkan Ibumu."
Setiap kali aku memunguti
rambut-rambutku yang berjatuhan, aku mengingat wajah Ibu
Menjadi rindu yang bertumpuk-tumpuk
Juga pada kisahnya yang memilukan tentang tragedi negeri di tahun enam lima
Menjadi rindu yang bertumpuk-tumpuk
Juga pada kisahnya yang memilukan tentang tragedi negeri di tahun enam lima
Kubawa gulungan rambut ini
sejauh enam ratus kilometer kepadamu,Ibu.
Kerinduanku tak pernah berakhir
Kerinduanku tak pernah berakhir
Dan kisahmu belum juga berakhir
Pedan, 26 April 2017
Sabtu, 29 April 2017
Di Tahun 1965
Untuk …
……………………………………………….
Tanpa permisi
Di sini kecelakaan bisa terjadi
Persis di jalan menikung ke kiri
Dekat kuburan desa
Di sini tiga puisi diseret dan digebuki
Hingga mati
Karena menari
Karena menyanyi
Pedan, 2017
Langganan:
Postingan (Atom)




