https://www.kompas.id/artikel/meramalkan-kepenyairan-wiji-thukul
Dan, kumpulan puisi yang diantarkan Arief Budiman, yaitu Mencari Tanah Lapang, adalah debutnya Wiji Thukul diakui sebagai penyair internasional. Kumpulan puisi ini memenangi Wertheim Encorage Award 1991 bersama penyair Indonesia lainnya, yaitu WS Rendra. Akankah Wiji Thukul, jika berumur panjang sampai pada hari ini, bisa melampaui kepenyairan WS Rendra, yang menerima undangan tentara di hari ulang tahun institusi tersebut sementara Wiji Thukul menolak dengan alasan konsistensi ”kata dan perbuatan”?
Ketidakjelasan Wiji Thukul menimbulkan banyak tafsir tentang hidupnya, termasuk kepenyairannya. Berbeda dengan Chairil Anwar, yang pernah diramalkan juga: seandainya ia hidup panjang menjadi penyair, tentu, kata sebagian orang, akan bergabung ke Lekra daripada Manikebu. Tetap Thukul tidak mendapatkan kesempatan seperti Chairil Anwar sehingga hidupnya yang menjadi misteri dipenuhi dengan berbagai pertanyaan.
AJ Susmana, Mantan Sekretaris Jaringan Kerja Kesenian Rakyat (Jaker) ketika Wiji Thukul sebagai Ketua, periode 1993-1996 (sebelum crackdown 27 Juli 1996).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar